#Catatan 1 : Saat Kuliah

Benar-benar luar biasa penjelasan sang dosen, dari awal sampai akhir bait pemaparannya, konteks kalimatnya sungguh teratur, pesan yang ingin disampaikan spontan tercerna bebas hambatan. Hah …sangat mengharukan kuliah kali ini. Tak seperti dugaanku sebelumnya dan pengalaman senior-senior yang terdahulu…memang tak benar.
Okay, dosan kembali memulai bait-baitnya, sementara wajahku masih tetap berseri-seri menikmati kuliah saat itu. Bahagia rasanya bisa menikmati (alias mengerti) materi kuliah. Sementara gema suara sang dosen masih terdengar, kulempar pandangan ke sekeliling ruang kelas, but WHAT ? ternyata..! Semuanya masih baik-baik saja, teman-temanku masih terlihat segar dan menjaga pandangannya terpaku pada sang Dosen.
Satu jam telah berlalu…
Entah mengapa rasanya intonasi yang dari tadi kudengar semakin datar, ini pasti sebuah godaan. Tapi ngomong-ngomong mengapa keheningan yang kurasakan tadi kini berubah menjadi lebih hening, aku kembali memandang ke sekeliling kelas…Oh Ternyata ! Kudapati beberapa kawanku telah tewas dilahap kantuk. Mungkin mereka kelelahan pikirku. Yang bertahan kurang lebih masih dua pertiga, termasuk diriku. Tetapi yang bertahan pun kondisinya tidak jauh lebih baik, ada yang memang masih fokus terlihat dari sorot matanya yang menyilaukan seperti lampu senter; ada juga beberapa yang masih terlihat memperhatikan tapi akhirnya kusadari anggukan kepalanya adalah waktu terbaik untuknya menatap layar ponsel yang ada di bawah buku catatannya..it’s okay bisa dipahami karena rata-rata yang kudapati seperti itu tergolong mahasiswa “super busy” (menurutku) dan terindikasi “sudah memahami materi kuliah”; tapi yang lebih tragis, kudapati beberapa yang bersusah payah mengangkat kelopak matanya yang sudah terasa berat (baca: mengantuk, daya tinggal 5 watt). Syukurlah paling tidak sejauh ini…usulan parlemen masih diterima karena dua pertiga dari peserta yang hadir masih sadar dan fokus pada kuliah saat ini.

Setengah jam sebelum kuliah berakhir…….
Sesekali kulirik jam tanganku..hmm masih ada sekitar 29 menit lagi, oh tidak ternyata tinggal 28 menit lagi. Kursiku terasa panas dan lembab, semua ketidaknyamanan satu per satu timbul. Sekarang aku mulai khawatir karena suasana kelas yang tadinya sangat sangat hening berubah menjadi sedikit gaduh. Saat memandang sekeliling, ternyata beberapa teman seperjuangan yang tadinya fokus mengikuti kuliah sekarang malah grasak grusuk..memangnya ada apa ? pikirku.
Suhu ???
Memang sedikit panas dan sumpek, ya iyalah sekarang semua makhluk sudah sadar dan kembali berespirasi.
Waktu ?
Kan masih ada 28 menit lagi.
Ohohoho..ternyata semua dugaanku tepat ditambah kini korban jiwa akibat godaan maut “sang kantuk” telah mengeluarkan jurus pamungkasnya. Baru kusadari ribut-ribut dikelas hanya didombai (mengapa harus kambing hitam terus ? kasihan…dia juga ingin pensiun) beberapa orang saja tapi…yah begitulah…
2 menit sebelum kuliah berakhir….
Ayo sepertinya ini slide terakhir dan “klik” jeng jeng jeng…
SEKIAN DAN TERIMA KASIH

Wah, kebanyakan temanku raut wajahnya berubah menjadi cerah, yang tadinya tertidur kini posisinya sigap gempita, dan yang tadinya matanya seberat barbel kini terasa kedipan matanya perlahan tapi pasti mulai normal dengan kecepatan yang wajar..
Inikah kekuatan slide “Terima Kasih” yang mampu memberi efek sugesti yang begitu besar ?
Tapi yang mengherankan bagiku, kudapati ada yang bertepuk tangan…#

Leave a Comment

Inilah Yang Terbaik !

321110_166527753436557_133219063434093_342674_1739538379_n
Di tanah Afrika, hiduplah seorang  raja yang gemar berburu dan memiliki seorang sahabat karib. Setiap kali pergi berburu, sahabatnya itu selalu diajak serta. Akan tetapi, ada hal yang unik dari sahabat sang raja, yaitu selalu mengatakan, ”Ini yang terbaik !” pada setiap kejadian. Persis pada suatu kesempatan, sang raja pergi berburu. Seperti biasa, sahabat dekatnya ini pun turut serta. Ketika tiba di tengah hutan, entah mengapa pada saat mengejar seekor rusa, senapan sahabat raja meletus hingga memutuskan jari telunjuk sang raja.

Kontan sang raja menjerit kesakitan. Tapi, seperti biasanya, sahabat raja ini berkata, “Tuan Raja, ini yang terbaik !” Bukan main gusarnya sang raja mendengar ocehan sahabatnya ini. Dengan serta merta diperintahkanlah seorang pengawal untuk menangkap sahabatnya inidan menjebloskannya ke penjara.

“Dasar, kamu sahabat sembrono ! Sudah tau jari telunjukku putus, tapi kau malah mengatakan, ‘Ini yang terbaik!’ Pengawal, penjarakan dia !”

Namun, ketika tiba di dalam penjara, sahabat ini kembali mengatakan, “Ini yang terbaik !”

Akhirnya sanga raja hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. “Benar-benar orang tidak waras. Sudah dipenjara masih juga berkata ‘ini yang terbaik!’ ”

Satu bulan kemudian, sembuhlah luka di jari sang raja. Seperti biasa, sang raja kembali melanjutkan kegemarannya, berburu. Hanya saja, kali ini sang raja hanya ditemani oleh para pengawalnya. Saking asyiknya berburu, tanpa sadar sang raja terpisah dari rombongan utamanya. Hanya dengan beberapa orang pengawal yang ada, sang raja terus berburu hingga tanpa sengaja masuklah mereka ke daerah Suku Kanibal. Oleh karena pengawalnya hanya sedikit, raja ini dengan mudah dapat ditawan  oleh Suku Kanibal.

Malamnya, Suku Kanibal ini mengadakan pesta. Sang raja dan pengawal-pengawalnya hendak dijadikan hidangan utamanya. Akan tetapi, ternyata Suku Kanibal ini punya kebiasaan. Berdasarkan hukum adat, mereka dilarang memakan manusiayang memiliki cacat. Oleh karena itu, sebelum disembelih, beberapa orang juru masak Suku Kanibal memeriksa pengawal sang raja satu per satu. Setelah dipastikan tidak ada cacat, para pengawal raja segera dimasak.

Ketika tiba giliran sang raja yang diperiksa, mulai dari kepala, leher, badan, lalu tangannya. Terkejutlah juru masak itu ketika menemukan jari telunjuk sang raja tidak ada. “Celaka ! Orang ini punya cacat di telunjuk kanannya ! Bebaskan dia! Bebaskan dia ! Jangan dimakan! Nanti kita akan terkena kutukan!”

Sang raja yang tadinya sudah berkeringat dingin dan lemas tak berdaya , merasa gembira setelah dibebaskan tanpa syarat oleh suku kanibal, sementara seluruh pengawalnya sudah habis disembelih. Dalam kegembiraannya, sang raja teringat pada sahabatnya di dalam penjara. Dengan tidak sabar sang raja pulang ke istananya dan langsung menjumpai sahabatnya sambil menangis penuh penyesalan. “Sahabatku, aku minta maaf karena telah memenjarakanmu. Sungguh, kini aku baru menyadari kebenaran kata-katamu. Andai saja waktu itu engkau tidak menembak putus jariku, tentunya kini aku hanya tinggal nama di kerajaanku. Suku Kanibal yang menjijikkan itu telah melepaskan diriku. Terima kasih, terima kasih banyak ! Sekarang, engkau kubebaskan dan akan tetap menjadi sahabat karibku untuk selamanya. Namun sekali lagi aku mohon maaf atas kesalahanku.”

Sahabat raja ini lagi-lagi tersenyum, lalu berkata, “Wahai tuan raja, tidak apa-apa, inilah yang terbaik !”

“Hah? apanya yang terbaik? Bukankah kau telah kupenjarakan selama satu bulan ini dan hidupmu menjadi menderita ?”

“Benar, Inilah yang terbaik ! Coba bayangkan, kalau saja waktu itu tuan raja tidak memenjarakanku, apa yang terjadi ? Saat itu aku pasti ikut berburu bersama tuan raja dan ikut tertangkap. Kemudian aku pasti sudah dimakan oleh Suku Kanibal bersama para pengawal tuan raja. Oleh karena itulah, aku tetap berkeyakinan inilah yang terbaik !”

Akhirnya sang raja mengerti dan mengagumi sahabatnya yang selalu berkata bijak ini.

Cerita dikutip dari buku “Hikmah Di Balik Fenomena Kehidupan”

Karya : H.M. Komarudin Cholil

—-Catatan—–

Hikmah yang dapat kita petik bahwa berprasangka baik terhadap setiap kejadian adalah suatu sikap yang hanya dimiliki oleh seseorang yang keyakinannya tinggi terhadap takdir Allah subhanahu wa ta’ala dan itu menunjukkan tingkat keimanan dan ketergantungannya yang hanya disandarkan pada Allah semata. Kedua, bahwa setiap kejadian/musibah yang menimpa kita pasti ada alasan dibalik semua itu, maka berprasangka baiklah. Ketiga, sahabat terbaik adalah yang menunjukkanmu kepada kebaikan dalam hal ini adalah mengajak untuk berhusnudzan. Demikianlah, beberapa hikmah dari sekian banyak hikmah yang bisa kita petik dari cerita tersebut. Mohon jangan memperhatikan cerita, adat, dan kebiasaan yang tidak sesuai dengan syari’at islam, karena yang menjadi perhatian kita adalah manfaat dari kisah tersebut.

wallahu a’lam

 

 

Leave a Comment

Berboncengan dengan Bukan Mahram, Haram ?

Ada satu adab yang seringkali diabaikan oleh kaum muslimah, yaitu masalah berboncengan dengan yang bukan mahram. padahal adab ini sangat penting demi menjaga kehormatan kaum muslimah, namun tidak sedikit yang mengabaikannya bahkan [Read the rest of this entry…]

Leave a Comment

BIOGRAFI

Nama : Rosita Handayani Dwi Bowo

Tempat, tanggal lahir : Jayapura, 28 Juli 1993

Alamat asal : Jalan Tamarunang Maros, Sul-Sel

Alamat kos : Gg. cangkir, Babakan Tengah no. 40

Agama : Islam

Hobi : Mendengarkan radio, membaca dan blogging

No.HP : 085242753733

Pekerjaan : Mahasiswi

Riwayat pendidikan :

  1. TK Bhayangkara 14
  2. SD Al Ikhlas Jayapura (1999-2000)
  3. SD Inpres Pai 2 (2000-2005)
  4. SMP Negeri 25 Makassar (2005-2008)
  5. SMA Negeri 5 Makassar (2008-2011)
  6. Institut Pertanian Bogor, Departemen Agronomi dan Holtikultura (on progress)

 

Tags: ,

Leave a Comment

Khasiat Meniran

       Meniran adalah salah satu tanaman obat yang sangat mudah dibudidayakan dan memiliki banyak khasiat penting terutama dalam mengobati beberapa penyakit kronis. Selain itu, pengolahannya menjadi ramuan tradisional sangat sederhana.

1. Antibakteri
Ekstrak metanol daun Meniran mempunyai efek antibakteri paling tinggi terhadap bakteri [Read the rest of this entry…]

Tags:

Leave a Comment

Menulis : Prestasi dan Utilitas

Prestasi adalah kesatuan alfabet yang memilki makna ambigu bagi setiap orang. Namun, dalam pandangan kemasyarakatan, prestasi adalah suatu pencapaian yang menjadi harapan setiap orang dan umumnya cenderung materialistis. Inilah adalah penilaian yang sangat dangkal mengenai sebuah prestasi. Paradigma ini pula yang selalu mengakar dalam pikiran masyarakat secara luas bahwa tidak dikatakan prestasi seandainya tidak menyangkut pencapaian dari segi materi dan hanya harapan beberapa orang saja. Pada akhirnya, seseorang [Read the rest of this entry…]

Leave a Comment

Koleksi Bio

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar sel tumbuhan yang mengalami tahap mitosis

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar Diatom

 

sumber : dari sebuah buku-mohon maaf-saya lupa mencatat nama penulis dan judulnya

Leave a Comment

SMA 6 dan SMA 70 Digembleng Pak Ari Ginanjar

Pasca tawuran yang amat naas itu, tidak ada lagi yang tersisa selain kesedihan keluarga yang menjadi korban dan kekecewaan masyarakat dan guru-guru. Tawuran yang melibatkan sekolah-sekolah menengah atas yang tergolong [Read the rest of this entry…]

Leave a Comment

Utak-atik : Pengaturan Hardware PC/Laptop

Punya Laptop/PC  ?

Tentunya, untuk mahasiswa maksimal punya salah satu dari itu. Kalau pun belum, semoga bisa segera memiliki.

Sobat, kali ini saya mau berbagi (alias ngerjain tugas..hehehe) tentang bagaimana pengaturan beberapa hardware yang biasa kita [Read the rest of this entry…]

Leave a Comment

Nominal Beasiswa Bidik Misi Naik

JAKARTA, KOMPAS.com – Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), Djoko Santoso mengatakan, nominal beasiswa Bidik Misi tahun ini [Read the rest of this entry…]

Leave a Comment